iklan Kareba Parlementa
Sulselsatu
Sulselsatu
iklan Kareba Parlementa

SVLK Belum Maksimal Atasi Kejahatan Kayu Ilegal

Iklan Humas SulSel

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah diminta memperbaiki Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Meski sudah diimplementasikan sejak 2010, instrumen legalitas kayu ini belum maksimal menjamin berkurangnya peredaran kayu ilegal.

Kejahatan kayu ilegal masih terjadi di mana-mana. Penegakkan hukum masih perlu ditingkatkan dengan pola kolaborasi lintas penegak hukum dan para pemangku kepentingan (multi-stakeholder)

‘’Kami akan menyampaikan hasil pemantauan yang kami lakukan dalam bentuk rekomendasi kepada pemerintah sebagai upaya mendorong perbaikan SVLK agar bisa mewujudkan pengelolaan hutan lestari lewat instrumen legalitas kayu,’’ kata Direktur Eksekutif JURnaL Celebes, Mustam Arif pada kegiatan Lokakarya Hasil Pemantauan Kayu Lima Provinsi di Makassar, Senin 2 Desember 2019.

Lokakarya dilaksanakan di Hotel Grand Town itu dihadiri berbagai pihak ini selain presentasi hasil temuan dalam pemantauan, juga pemaparan dari narasumber berbagai pihak masing-masing; Muhammad Amin dari Balai Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sulawesi, Ir. Elbakti dari Balai Pengelola Hutan Produksi (BPHP) Wilayah XIII Makassar, Dr.Ir. M. Asal Said Mahbub dari Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, dan H. Abdullah Sangaji perwakilan industri pengolahan kayu. 

JURnaL Celebes bersama pemantau dari Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) di lima provinsi yakni Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur melakukan pemantauan sejak akhir 2018 lalu. Pemantauan yang didukung Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) serta Uni Erpa lewat FAO-EU FLEGT Progaramme ini untuk memperkuat pemantau independen agar berkontribusi menguatkan SVLK.

‘’Di lapangan pemantau menemukan banyak pelanggaran. Kejahatan kayu ilegal dilakukan dalam kolaborasi yang solid menyiasati kelemahan SVLK dan tindakan-tindakan aparat keamanan yang juga belum maksimal. Bahkan ada oknum aparat keamanan yang diduda terlibat dalam kejahatan kayu ilegal,’’ jelas Mustam.

Di Maluku Utara, pemantau menemukan perusahaan melanggar izin dan ketentuan sertifikat legalitas kayu. Perusahaan berkonflik dengan masyarakat karena batas areal konsesi tidak disosialisasikan. Perusahaan juga menebang kayu sampai di bantaran sungai  

Hampir semua perusahaan pemegang izin industri pengelolaan hasil hutan kayu memiliki sertifikat legalitas kayu. Selain memiliki sertifikat, perusahaan-perusahaan itu telah memiliki berbagai izin yang sah, baik diterbitkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Pemantau juga menemukan penebangan kayu dilakukan di luar wilayah konsesi. Penebangan kayu juga dilaksanakan sampai di batas sungai yang sebenarnya dilindungi dengan aturan untuk menghindari kerusakan lingkungan. Pemantau juga menemukan tempat-tempat penampungan kayu terdaftar disalahgunakan. Tempat Penampungan Terdaftar (TPT) yang resmi, digunakan menampung kayu-kayu hasil tebangan ilegal di luar area konsesi.

Tempat-tempat Penampungan Terdaftar (TPT) sebagai sarana resmi, kerap digunakan sebagai sarana ‘’pencucian’’ kayu ilegal. TPT sering digunakan untuk menampung kayu-kayu yang ditebang dari sumber ilegal, biasanya ditebang di luar wilayah konsesi atau kayu-kayu tebangan liar yang dilakukan oleh oknum-oknum masyarakat.  

Di Maluku Utara, ada perusahaan menyalahgunakan dokumen angkut. Dalam Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan (SIPUHH) dan dokumen Rencana Pemenuhan Bahan Baku Industri (RPBBI) perusahaan itu hanya mengangkut kayu rimba campuran ke Sulawesi Selatan. Tetapi, pemantau di lapangan menemukan ada Kayu Merbau (Fabaceae Leguminosae) diselip kumpulan kayu-kayu rimba campuran, di tempat penampungan (logpond) di pelabuhan.

Praktik seperti ini melanggar Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. P43 Tahun 2015 tentang dokumen pengangkutan kayu, Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH). Tindakan ini sebagai manipulasi pembayaran retribusi karena retribusi kayu campuran jauh lebih murah di bawah Kayu Merbau tergolong kayu kelas satu. 

Mustam mengemukakan, dalam pemantauan ini, pihaknya mengapresiasi tindakan intensif upaya hukum yang dilakukan dalam operasi gabungan Ditjen Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selama akhir 2018 sampai awal 2019, tercatat 422 kontainer kayu ilegal disita di Surabaya dan Makassar. Ini menandakan bahwa kejahatan kayu ilegal masih terjadi di mana-mana.

Di Jawa Timur pemantau menemukan kerja sama ilegal beberapa perusahaan dalam tindakan pemalsuan dokumen mulai dari dokumen angkut, tempat penampungan resmi, dan dokumen ekspor. Sindikat ini terlibat dalam penebangan Kayu Sonokeling (Dalbergia Latifolia) di bantaran jalanan umum di Kabupaten Tulungagung. Kayu yang dilindungi dalam Apendix CITES.

Beberapa perusahaan berhimpun dalam kerja sama ilegal. Ada yang berperan menyediakan dokumen angkut ilegal, menyediakan tempat penampungan resmi untuk ilegal. 

Ada juga perusahaan yang berperan menyediakan dokumen ekspor kayu untuk menadah kayu-kayu dari sumber ilegal. Di antaranya ada perusahaan yang dicabut sertifikat legalitas kayu. Namun, di tempat yang sama, kurang lebih sebulan kemudian, sebuah lembaga sertifikasi menerbitkan sertifikat kepada perusahaan yang baru di alamat yang sama. Hal ini sebagai bukti dengan mudahnya perusahaan memperoleh izin dan sertifikat.

Ada perusahaan yang melakukan pelanggaran pemalsuan dokumen. Ketika menindaklanjuti laporan pemantauan ini, lembaga sertifikasi langsung membekukan sertifikat SVLK. Namun, tidak cukup satu bulan, sertifikat perusahaan itu diaktifkan kembali.

Hambatan mengakses informasi juga menjadi kendala serius dalam pemantauan ini. Instansi pemerintahan lokal hampir semuanya tidak memiliki data base yang layak terkait dengan informasi legalitas kayu. Selain tidak punya data base memadai, kinerja pelayanan publik aparat birokrasi masih rendah. Staf-staf pemerintah lokal sering tidak proaktif dengan pemantau yang melakukan permohonan data dan informasi.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menyediakan informasi terkait SVLK secara online. Tetapi, sistem informasi online ini kemudian tidak diberi akses yang memadai kepada pemantau independen, yang juga sebenarnya adalah bagian dari komponen SVLK . Kalau pemantau independen membutuhkan data, harus melalui mekanisme yang butuh waktu lama. Selain itu, tidak semua lembaga sertifikasi menampilkan pengumuman hasil audit dan dokumentasi sertifikat yang diterbitkan yang bisa diakses publik.

Kemudian, hampir semua perusahaan yang menjadi objek pemantauan ini mengabaikan pengelolaan lingkungan. Ada perusahaan yang tidak jelas dokumen pengelolaan lingkungan.  Hampir semua perusahaan tidak patuh pada laporan berkala pengelolaan lingkungan. Ketidakpatuhan ini juga terkait dengan masih sangat rendahnya kinerja pengawasan dari dinas lingkungan hidup di daerah.

‘’Praktik perdagangan kayu ilegal masih marak. Proses hukum masih lamban dan belum serius. Lalu, apa korelasinya dengan tiga tahun Lisensi FLEGT di Indonesia? Karena itu, saya ingin pemerintah melakukan evaluasi dengan melihat kenyataan di lapangan. Karena ini terkait dengan kredibilitas sebagai negara pertama penerima Lisensi FLEGT,’’ papar Mustam Arif. (rls)

Editor: Hendra Wijaya

Iklan PDAM
...
Sulselsatu

Data Terbaru, 35 Orang Positif Covid-19 di Jeneponto

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Kasus Positif Covid-19 di Jeneponto terus mengalami peningkatkan. Juru Bicara Gugus Tugas Jeneponto, Mustaufiq didampingi Plt Kadinkes Jeneponto, Susanti, Senin (29/6/2020) mengatakan,...
Sulselsatu

Pasien Positif Covid-19 Meninggal di RSUD Latopas Jeneponto

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Satu orang pasien positif Covid-19 berjenis kelamin perempuan insial F (63) meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Darah (RSUD) Lanto Dg...
Sulselsatu

Disdik Makassar Akui Persiapan Pendaftaran PPDB Sudah Rampung

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Dinas Pendidikan Kota Makassar mengaku telah merampungkan Persiapan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020-2021 yang dilakukan secara Online atau dalam...
Sulselsatu

Seks Anal Bisa Sebabkan Kehamilan? Begini Kata Pakar

SULSELSATU.com - Ada sebuah kecenderungan pasangan melakukan seks anal alias penetrasi Mr P ke anus perempuan. Pertanyaannya, mungkinkah seks anal mengakibatkan kehamilan. Dr Mary Jane...
Sulselsatuvideo

VIDEO: Video Pelajar Diduga Mesum Beredar, Ini Klarifikasi Pihak Sekolah

SULSELSATU.com, PAREPARE - Video pelajar SMK yang diduga mesum di Kota Parepare beredar dan sempat viral. Video berdurasi duabelas detik ini direkam dalam kelas, di...
Sulselsatu

Seorang Staf Dinas Kesehatan Sinjai Dinyatakan Positif Covid-19

SULSELSATU.com, SINJAI - Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sinjai bertambah lima orang. Hal tersebut diungkapkan oleh Juri Bicara Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sinjai, Irwan...
Sulselsatu

Catat! Berikut Menu Diet Seminggu yang Ampuh

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Baik Diet OCD maupun Diet Mayo, Bagi Sahabat Sehat yang sedang berniat untuk diet, tak ada salahnya untuk mengadopsi gaya hidup...
Sulselsatu

OPINI: Tantangan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh Triliana s. Utina (Mahasiswa Universitas Gorontalo) Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat dunia mendefinisikan makna hidup, penyebaran virus corona (Covid-19) yang semakin hari semakin meningkat menjadi...
Dinas Pendidikan
Sulselsatu

FOTO: Jalan Berlubang di Hertasning Bahayakan Pengendara

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pengendara menghindari jalanan berlubang di Jalan Hertasning Baru, Makassar, Kamis (1/3/2018). Banyaknya jalanan berlubang di jalan yang menghubungkan Kabupaten Gowa dan Kota...

Baca Juga

Sulselsatu

Kasal Tinjau Lahan Program Ketahanan Pangan Lantamal VI di KM 17 Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono beserta Ketua Umum Jalasenastri, Vero Yudo Margono mengunjungi lahan program ketahanan pangan...
Sulselsatuvideo

VIDEO: Wanita Pelempar Al Qur’an di Makassar Minta Maaf

SULSELSATU.com - Seorang wanita bernama Ince Ni'matullah (40) yang melempar kitab suci Al Quran meminta maaf atas perbuatannya, Jumat (10/7/2020). Wanita tersebut sebelumnya melempar dan...
Sulselsatuvideo

VIDEO: Donald Trump Akhirnya Pakai Masker di Depan Umum

SULSELSATU.com - Presiden AS Donald Trump akhirnya mengenakan masker di depan umum untuk pertama kalinya sejak awal pandemi covid-19. Ia terlihat terpantau mengenakan masker saat...
Sulselsatu

Mulai Hari Ini Warga Masuk Makassar Wajib Siapkan Surat Bebas Covid-19

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Permberlakuan Perwali Nomor 36 resmi diberlakukan hari ini, Senin 13 Juli 2020. Setiap perbatasan Kota Makassar akan diawasi ketat oleh para...

TERKINI

Sulselsatu

Kemenag Beri Kewenangan ke Daerah Tentukan Belajar Daring Atau Tatap Muka

SULSELSATU.com - Kementerian Agama (Kemenag) menyerahkan keputusan belajar daring, atau tatap...
Sulselsatu

Tokoh Masyarakat Banta-bantaeng Sampaikan Dukungan ke Dilan Usai Bertemu IAS

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Sejumlah tokoh masyarakat bersama Ketua RW dan RT di...
Sulselsatu

Selama Dua Pekan Poliklinik Jiwa di RSUD Parepare Tidak Buka Layanan

SULSELSATU.com, PAREPARE - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Kota...
Sulselsatu

Pakar Epidemiologi Pembukaan Sekolah di Tengah Pandemi Bisa Munculkan Klaster Baru

SULSELSATU.com - Sejumlah sekolah di Indonesia sudah mulai dibuka, proses belajar...
Sulselsatu

Bupati Barru: Jangan Persulit Warga Urus Surat Bebas Covid-19 Jika Penuhi Syarat

SULSELSATU.com, BARRU - Bupati Barru Suardi Saleh mengingatkan jajarannya, terutama Tim...
Sulselsatu

Penegasan Sikap, RMS: Bismillah ADAMA

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Ketua DPW Partai NasDem Sulsel Rusdi Masse (RMS)...
Sulselsatuvideo

VIDEO: Rider Asal Bone Dapatkan Undian Mobil One Day Trail Adventure 2018

SULSELSATU.com, BARRU – Bupati Barru, Suardi Saleh serahkan secara langsung sebuah mobil kepada pemenang undian peserta one day trail adventure eksplore Lappa Laona 2018...